KEP. MENTAWAI | Dusun Boriai, Desa Sinaka, Kecamatan Pagai Selatan, menjadi saksi nyata bagaimana dakwah tidak selalu hadir di mimbar yang nyaman. Pada 7–8 Februari 2026, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pagai Utara Selatan Rio Audi Putra bersama pegawai KUA Firman Samopo, serta rombongan dari Lembaga Dewan Dakwah dan Dompet Dhuafa, melaksanakan Safari Dakwah dan Bakti Sosial selama dua hari satu malam di wilayah terpencil tersebut.
Perjalanan menuju Dusun Boriai bukan perjalanan biasa. Medan yang dilalui dipenuhi jalan berlumpur, licin, dan berbatu. Dalam perjalanan, rombongan mengalami empat kali terjatuh, dua unit sepeda motor mengalami kerusakan teknis, serta harus melakukan dua kali penggantian ban di tengah jalur yang jauh dari permukiman. Meski penuh risiko, semangat pengabdian tidak surut sedikit pun.
Dengan saling membantu dan penuh kehati-hatian, rombongan akhirnya tiba dengan selamat. Tantangan perjalanan justru menjadi bukti nyata kesungguhan untuk hadir langsung di tengah masyarakat pelosok yang membutuhkan pendampingan, perhatian, dan sentuhan nyata dari para penyuluh agama dan lembaga sosial.
Selama kegiatan berlangsung, pendekatan dakwah yang dilakukan tidak terbatas pada penyampaian tausiyah. Para penyuluh dan da’i membuka ruang dialog sosial, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta membangun komunikasi yang setara dan humanis bersama warga Dusun Boriai.
Salah satu persoalan utama yang mencuat adalah keterbatasan akses air bersih. Menjawab hal tersebut, rombongan bersama tokoh masyarakat dan warga melakukan peninjauan langsung ke lokasi sumber air, pemetaan jalur pengaliran, serta perencanaan awal teknis sebagai langkah awal realisasi bantuan sarana air bersih.
Langkah ini menegaskan bahwa dakwah tidak berhenti pada nasihat lisan, tetapi hadir dalam bentuk aksi nyata. Penyuluh agama dan para da’i berupaya menjadikan dakwah sebagai sarana pembinaan spiritual sekaligus penguatan kepedulian sosial, menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Malam kebersamaan di Dusun Boriai diisi dengan dialog hangat dan penguatan ukhuwah Islamiyah. Suasana kekeluargaan terbangun tanpa sekat, menghadirkan rasa saling percaya antara rombongan dan masyarakat. Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias dan harapan akan perubahan yang lebih baik.
Bagi masyarakat setempat, Safari Dakwah dan Bakti Sosial ini bukan sekadar agenda singkat, melainkan simbol kehadiran negara dan umat di wilayah yang selama ini berada jauh dari pusat perhatian.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya kolaborasi berkelanjutan antara penyuluh agama, lembaga dakwah, lembaga sosial, dan masyarakat dalam membangun kesejahteraan umat, baik dari sisi spiritual maupun pemenuhan kebutuhan dasar kehidupan.
TIM









