DPP-KJI Jadi Titik Distribusi Bantuan BWSS-V dan PT Brantas Abipraya bagi Awak Media

PADANG | Di sebuah ruangan sederhana di Jalan Delima No. 77F, Ujung Gurun, suasana mendung sore itu seolah menjadi saksi bahwa tak semua duka harus dibalas dengan air mata. Sebagian justru terobati oleh hadirnya kepedulian yang datang di saat paling dibutuhkan. Di tempat itulah DPP-Kolaborasi Jurnalis Indonesia (DPP-KJI) menjadi titik harapan bagi para jurnalis yang terdampak bencana.

Banjir bandang dan longsor yang melanda Kota Padang beberapa hari lalu bukan hanya merusak permukiman dan fasilitas publik. Sejumlah awak media—yang selama ini berada di garis depan memberikan informasi akurat kepada masyarakat—justru ikut menjadi korban. Ada yang kehilangan peralatan peliputan, ada yang rumahnya rusak berat, dan ada pula yang nyaris menyerah karena kehilangan sumber penghidupan.

Melihat situasi itu, Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS-V) Padang dan PT Brantas Abipraya (Persero) mengambil langkah cepat. Di bawah koordinasi pimpinan BWSS-V, Naryo Widodo, kedua institusi tersebut menyalurkan 100 paket sembako dan mempercayakan pendistribusian melalui DPP-KJI.

Penyerahan berlangsung hangat dan penuh makna. Reski Wahyudi, S.T., M.T., mewakili Kepala BWSS-V, hadir bersama Hendro, Manager Operasional PT Brantas Abipraya. Mereka diterima langsung oleh Andarizal, Ketua Umum DPP-KJI, yang menyambut kedatangan itu dengan wajah penuh kelegaan.

“Kami melihat sendiri bagaimana rekan-rekan jurnalis bekerja tanpa henti meski keluarga mereka terdampak. Mereka tetap meliput, tetap menyampaikan informasi bagi masyarakat. Karena itu, kami merasa terpanggil untuk membantu,” ujar Reski dengan nada empati.

Di balik tumpukan paket bantuan itu, tersimpan kisah-kisah tentang perjuangan awak media yang terpaksa bertahan dengan alat peliputan seadanya, ruang kerja yang terendam lumpur, hingga rumah yang tak lagi bisa dihuni. Bantuan ini, meski tidak menghapus kerugian mereka, hadir sebagai penopang semangat agar mereka dapat kembali bekerja dan pulih perlahan.

Apresiasi datang dari berbagai kalangan, termasuk Dr. Ir. Basril Basyar, M.M., Dewan Pembina KJI. Ia menyebut sinergi BWSS-V dan PT Brantas Abipraya sebagai bentuk kolaborasi tulus antar-institusi untuk memperkuat peran jurnalis sebagai pilar informasi publik.

Saat menerima bantuan tersebut, Andarizal menegaskan komitmen organisasi untuk menyalurkannya secara tepat sasaran. “Data jurnalis terdampak sudah kami verifikasi. Tidak ada yang terlewat. Semua akan kami distribusikan secepat mungkin,” katanya.

Ia menambahkan bahwa bantuan ini bukan sekadar paket sembako, tetapi “tenaga baru” bagi jurnalis yang sedang berada dalam masa sulit. Banyak dari mereka masih berjuang menghidupkan kembali rutinitas kerja setelah kehilangan begitu banyak.

Dalam suasana penyerahan, seorang jurnalis yang hadir sempat berkata lirih, “Kami biasanya meliput orang-orang yang sedang dibantu. Tidak menyangka kali ini kami yang dibantu.” Ucapan itu menggambarkan betapa berat situasi yang mereka hadapi pasca-bencana.

Seratus paket sembako dari BWSS-V dan PT Brantas Abipraya kini tersusun rapi di kantor DPP-KJI, siap didistribusikan. Bantuan ini menjadi simbol bahwa kepedulian tidak pernah mengenal batas profesi. Ia hadir ketika dibutuhkan, dan hari ini, ia mampir kepada mereka yang selama ini bekerja membawa suara masyarakat.

Di tengah duka dan runtuhan bencana, para pewarta akhirnya merasakan bahwa mereka juga pantas menerima kabar baik—kabar yang selama ini mereka kejar untuk orang lain.

CATATAN REDAKSI:

Naskah ini disusun untuk mengangkat solidaritas lintas-institusi dalam membantu jurnalis yang terdampak bencana. Redaksi mengapresiasi setiap bentuk kepedulian yang mampu memperkuat peran media sebagai garda terdepan penyampai informasi pada situasi krisis.

TIM RMO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *