SUMBAR | Derita warga akibat banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah Sumatera Barat kembali menjadi perhatian penuh Polri. Sabtu (29/11/2025), Polda Sumbar resmi menerima 2.507,5 kilogram bantuan logistik dari Slog Mabes Polri sebagai dukungan langsung terhadap percepatan penanganan bencana.
Sejak pagi, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta sudah menginstruksikan seluruh jajaran untuk menyiapkan armada, personel, serta jalur distribusi demi memastikan bantuan tidak menumpuk terlalu lama di Mapolda. Ia menegaskan bahwa proses penyaluran harus dilakukan secara cepat, terukur, dan menyentuh wilayah paling terdampak.
Bantuan kemanusiaan dari Mabes itu diserahkan oleh empat pejabat Slog: Kombes Pol Erwin Horja H.S., Kombes Pol Devy Firmansyah, Kombes Pol Satya Yudha Prakasa, dan Kombes Pol Runi Chandra. Polda Sumbar melalui Karo Logistik Kombes Pol Faried Zulkarnain, S.I.K., serta Dirpolairud Kombes Pol Marsdianto, S.H., S.I.K., menerima langsung kedatangan logistik tersebut.
Dalam arahannya, Kapolda Gatot menyampaikan bahwa kondisi masyarakat di lapangan membutuhkan dukungan cepat dan nyata. “Bencana tidak memberi waktu bagi warga untuk menunggu. Kita wajib bergerak setiap detik untuk membantu mereka,” tegasnya.
Bantuan ini mencakup kebutuhan pokok yang paling mendesak, seperti popok bayi, pakaian sekolah, tas sekolah, softex, minyak angin, minyak telon, autan, serta ribuan bungkus nasi cepat saji. Selain itu, kasur lipat, air mineral, dan ribuan selimut turut dikirim untuk menunjang kenyamanan para pengungsi yang masih bertahan di tenda darurat.
Selain kebutuhan dasar, logistik operasional turut disertakan untuk mendukung tim evakuasi. Polri mengirim velbed, tenda pleton, chainsaw, perahu karet, pelampung, sekop, hingga jas hujan. Peralatan ini menjadi unsur penting dalam penanganan di lapangan, terutama di wilayah dengan akses jalan rusak atau tertutup material longsor.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P., menegaskan bahwa bantuan ini merupakan respon cepat Mabes Polri terhadap permintaan daerah. “Kami ingin masyarakat merasakan langsung kehadiran Polri. Bantuan ini akan kami salurkan secepat mungkin ke titik-titik terdampak,” ujar Susmelawati.
Saat ini, seluruh bantuan telah melalui proses inventarisasi ulang oleh tim logistik. Personel Samapta, Ditpolairud, serta jajaran Polres telah disiagakan sebagai pengawal distribusi, termasuk memantau jalur-jalur rawan yang sering mengalami gangguan pascabanjir.
Kapolda Gatot kembali menekankan bahwa transparansi adalah hal mutlak. Ia meminta seluruh pendistribusian dilakukan dengan pengawasan ketat untuk memastikan bantuan tidak berhenti di tengah jalan. “Ini bukan hanya soal barang, tapi soal kepercayaan masyarakat. Kita harus menjaga amanah ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Mabes Polri yang secara sigap mengirimkan dukungan tahap awal. Menurutnya, kolaborasi pusat dan daerah menjadi kunci utama mempercepat pemulihan di wilayah terdampak bencana.
Hingga hari ini, Polda Sumbar masih melakukan pemantauan intensif pada perkembangan cuaca serta kondisi jalan penghubung antardaerah. Jika dibutuhkan, Kapolda memastikan bahwa Polda siap mengajukan tambahan bantuan dari pusat maupun menggandeng pihak lain untuk mempercepat pemulihan.
Sementara itu, Susmelawati menegaskan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga bertanggung jawab memberikan perlindungan dan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat. “Kami hadir untuk memastikan warga tidak menghadapi bencana ini sendirian,” ujarnya.
Dengan tersalurnya lebih dari 2,5 ton bantuan ini, Polri menegaskan komitmen bahwa keselamatan dan kebutuhan warga Sumbar merupakan prioritas utama. Kapolda Gatot memastikan seluruh jajaran akan terus berada di lapangan, mengawal pemulihan hingga situasi kembali stabil.
CATATAN REDAKSI:
Berita ini merupakan laporan resmi mengenai upaya kemanusiaan Polri dalam penanganan bencana di Sumatera Barat.
Redaksi menyajikan informasi berdasarkan data, pernyataan pejabat, serta perkembangan di lapangan untuk memastikan publik mendapatkan informasi akurat terkait dukungan yang diberikan Polri kepada masyarakat terdampak.
TIM RMO














