PADANG, SUMBAR | Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Kapolda Sumbar) Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA. meninjau langsung kesiapan operasional Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) Alai Polda Sumbar, Sabtu (4/10).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Sumbar memastikan kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia dalam penyediaan layanan pangan sehat, bergizi, dan higienis bagi seluruh personel kepolisian dan masyarakat penerima manfaat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sahli Kapolda Sumbar, Koor Spripim, dokter dari Biddokes, Kasubdid PID Bidhumas, Chef SPPG Alai, serta staf dan pekerja di lingkungan SPPG.
Tegaskan Disiplin dan Integritas dalam Pelayanan
Dalam arahannya, Kapolda Sumbar menegaskan pentingnya menjaga standar kesehatan, kebersihan, dan tanggung jawab kerja bagi seluruh pegawai yang bertugas di SPPG.
“Saya datang memastikan kesiapan operasional SPPG Alai. Semua calon karyawan harus sehat, memahami kewajiban dan larangan, serta bekerja dengan tanggung jawab dan keikhlasan. Bekerjalah bukan karena perintah, tapi karena ini adalah bentuk ibadah dan tanggung jawab,” tegas Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta.
Kapolda menambahkan bahwa setiap pegawai akan mendapatkan edukasi tentang standar operasional prosedur (SOP), mencakup higienitas, pembagian tugas sesuai kompetensi, serta penegakan disiplin kerja.
Ia juga menekankan bahwa setiap makanan yang keluar dari dapur SPPG harus melalui uji kelayakan dan tes gizi ketat, bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional, untuk memastikan kualitas gizi dan keamanan pangan.
SPPG Sebagai Role Model Pengelolaan Pangan Sehat
Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa SPPG Alai harus menjadi contoh pengelolaan dapur profesional di lingkungan kepolisian.
“Saya ingin SPPG Alai ini menjadi role model, bukan hanya sehat dan bersih, tapi juga disiplin dan profesional,” ujarnya.
Selain itu, Kapolda menyampaikan bahwa setiap karyawan akan mendapatkan penilaian rutin dan penghargaan bulanan bagi pegawai berprestasi, sebagai bentuk apresiasi dan motivasi untuk menjaga kinerja terbaik.
Biddokes Awasi Kesehatan dan Keamanan Pangan
Dokter Yudi Candra dari Biddokes Polda Sumbar menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap, termasuk tes rontgen, bagi seluruh calon pegawai untuk memastikan kondisi kesehatan yang optimal.
“Kami juga melakukan pengawasan terhadap kualitas dan keamanan makanan agar bebas dari kontaminasi biologis, fisik, maupun kimia. Proses pengecekan dilakukan melalui uji kimia, organoleptik, hingga pencicipan sebelum makanan didistribusikan,” jelasnya.
Penerapan Sistem HACCP untuk Jaminan Mutu
Dalam kesempatan yang sama, Chef Aming memberikan pelatihan penerapan sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) — sistem pengendalian mutu pangan yang menitikberatkan pada identifikasi bahaya dan pencegahan sejak dini.
Ia menekankan pentingnya kebersihan pribadi, penerimaan dan penyimpanan bahan makanan dengan benar, serta uji rasa oleh minimal tiga orang sebelum makanan disajikan.
“Tujuan HACCP adalah mencegah kasus keracunan dan penyakit akibat makanan, serta memastikan setiap proses berjalan higienis dan aman,” tutur Chef Aming.
Optimisme Menuju Operasional Penuh
Dengan adanya pembekalan, pemeriksaan, dan pelatihan ini, SPPG Alai Polda Sumbar yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari diharapkan dapat segera beroperasi penuh.
Fasilitas ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan pangan bergizi, sehat, dan berkualitas bagi jajaran kepolisian serta masyarakat penerima manfaat — selaras dengan semangat profesionalisme dan pengabdian Polri terhadap pelayanan publik.
Catatan Redaksi:
Program SPPG Alai Polda Sumbar merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan Polda Sumatera Barat dalam memperkuat ketahanan gizi internal dan pelayanan kesehatan bagi anggota Polri dan masyarakat luas.
TIM













