Operasi Kemanusiaan TNI Berujung Duka, Satu Prajurit Ditemukan Meninggal, Dua Masih Dalam Pencarian

PD. PANJANG | Padang Panjang kembali diselimuti duka setelah hujan deras yang mengguyur sejak Kamis memicu banjir dan longsor di sejumlah titik wilayah Sumatera Barat. Di tengah upaya penyelamatan korban galodo, satu prajurit TNI gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan, sementara dua personel lainnya dinyatakan masih dalam pencarian.

Peristiwa tragis itu terjadi di kawasan Jembatan Kembar Silaiang Bawah, Kota Padang Panjang, Kamis malam. Longsor susulan yang terjadi secara tiba-tiba menimbun akses jalan yang saat itu dipenuhi petugas dan warga yang tengah berupaya menyelamatkan korban terdampak banjir.

Prajurit yang gugur adalah Serda Robi Handaryo, Babinsa X Koto, Kodim 0307 Tanah Datar, di bawah jajaran Kodam XX Tuanku Imam Bonjol. Ia tertimbun material longsor saat membantu proses evakuasi warga yang terjebak di sekitar lokasi bencana.

Dalam tugas terakhirnya, Serda Robi tidak hanya membantu mengevakuasi korban, tetapi juga turut mengatur lalu lintas di jalur yang tertutup material longsor demi kelancaran mobilisasi tim penyelamat dan ambulans. Dedikasinya terhenti ketika longsor tiba-tiba kembali menggulung kawasan jembatan.

Kapendam XX Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufiq, membenarkan musibah tersebut. Ia menyampaikan bahwa selain Serda Robi, dua personel Sub Denpom XX Lima Padang Panjang, yakni Pelda Yudi Gusnadi dan Prada Zeni Marpaung, hingga kini masih dalam proses pencarian.

Menurut Kapendam, saat kejadian ketiganya berada di garis depan membantu warga yang terdampak serta memastikan jalur lalu lintas tetap bisa dilalui kendaraan darurat. Jenazah Serda Robi telah berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara militer.

Sementara itu, upaya pencarian terhadap dua personel yang masih hilang terus dilakukan tanpa henti. Medan yang berat serta kondisi tanah yang masih labil akibat hujan yang belum sepenuhnya reda menjadi tantangan besar bagi tim gabungan.

Tim pencarian melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, relawan, serta pemerintah daerah. Alat berat dikerahkan secara bergantian dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat di lapangan.

Kapendam menegaskan bahwa keselamatan tim menjadi prioritas utama mengingat potensi longsor susulan masih sangat tinggi. Setiap langkah pencarian dilakukan dengan penuh kehati-hatian di tengah cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.

Tragedi ini menambah daftar panjang pengorbanan aparat negara dalam menjalankan tugas kemanusiaan di tengah bencana alam. Kepergian Serda Robi menjadi simbol pengabdian tanpa pamrih seorang prajurit kepada masyarakat dan negara.

Di sisi lain, bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir telah memaksa ribuan warga mengungsi, merusak infrastruktur, serta memutus akses transportasi di sejumlah daerah, termasuk Padang Panjang dan wilayah sekitarnya.

Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait terus berupaya mempercepat penanganan darurat, menyalurkan bantuan logistik, serta memulihkan akses jalan yang tertutup longsor agar distribusi bantuan dan evakuasi berjalan lancar.

Catatan Redaksi:

Redaksi menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik TNI dalam tugas kemanusiaan ini. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan.

TIM RMO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *