TIM KUA KECAMATAN PAGAI UTARA SELATAN MELAKUKAN KUNJUNGAN KE LOKASI TERKENA MUSIBAH
KEP. MENTAWAI | Pada Jumat, 28 Oktober 2025, Tim Pegawai Kantor Urusan Agama Kecamatan Pagai Utara Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, turun langsung ke lapangan untuk meninjau sejumlah tempat ibadah yang terdampak musibah alam. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral KUA terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan.
Sejak pagi hari, rombongan bergerak menuju beberapa titik lokasi yang dilaporkan mengalami kerusakan. Akses yang cukup sulit tidak menghalangi tekad para pegawai untuk memastikan kondisi riil di lapangan dapat diketahui secara langsung dan akurat.
Kepala KUA Kecamatan Pagai Utara Selatan, Irsyadi Shalihin, memimpin langsung kegiatan ini. Ia menginstruksikan seluruh pegawai untuk terjun langsung dan melihat dengan mata kepala sendiri kondisi tempat ibadah yang terdampak, sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat.
Menurut Irsyadi Shalihin, kunjungan lapangan ini merupakan komitmen KUA untuk tidak hanya menerima laporan secara administratif, tetapi juga menyentuh langsung lapisan masyarakat yang terdampak musibah. Kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan penguatan moral bagi para jamaah.
“Kunjungan langsung ini menjadi komitmen KUA untuk hadir dan melihat secara nyata kondisi beberapa rumah ibadah yang terkena musibah. Harapannya, tempat ibadah yang terdampak dapat memperoleh bantuan, baik moril maupun materil, dari pemerintah,” ujar Irsyadi Shalihin di sela kegiatan.
Dukungan juga datang dari Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Mentawai, Zulfitri Adek. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif KUA Pagai Utara Selatan yang memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan fakta di lapangan.
Dalam keterangannya, Zulfitri Adek menegaskan bahwa langkah ini sangat penting untuk memperoleh data yang valid sebagai dasar penyusunan laporan resmi kepada pemerintah. “Saya mendukung penuh kegiatan ini dan berharap setelah turun langsung, pemerintah pusat maupun daerah dapat segera menindaklanjuti laporan terkait kerusakan rumah ibadah akibat musibah,” ujarnya.
Hasil pantauan langsung di lapangan menunjukkan terdapat dua tempat ibadah yang mengalami dampak cukup serius. Lokasi pertama adalah Mushalla Jibal Nur Pasapuat yang mengalami kerusakan akibat tertimpa kayu saat musibah terjadi.
Lokasi kedua adalah Masjid Mujahidin di Desa Saumangaya yang terdampak banjir. Air yang masuk ke area masjid menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan serta peralatan ibadah, sehingga aktivitas jamaah menjadi terganggu.
Temuan di dua lokasi tersebut diketahui langsung oleh Pegawai KUA Kecamatan Pagai Utara Selatan, yakni Mariadi dan Firman yang merupakan staf administrasi. Keduanya mencatat secara rinci kondisi bangunan, tingkat kerusakan, serta kebutuhan mendesak yang diperlukan untuk pemulihan.
Dari hasil kunjungan tersebut, Tim KUA juga berdialog dengan masyarakat setempat. Warga menyampaikan harapan agar pemerintah segera memberikan bantuan, baik untuk perbaikan fisik bangunan maupun untuk mendukung kelancaran aktivitas ibadah yang sempat terhambat.
Para pegawai KUA Kecamatan Pagai Utara Selatan berharap agar bantuan dapat segera datang sehingga proses ibadah para jamaah tidak terganggu dalam waktu yang lama. Mereka juga menegaskan akan segera menyusun laporan resmi untuk diteruskan kepada instansi terkait sebagai dasar tindak lanjut.
Sebagai penutup, KUA Kecamatan Pagai Utara Selatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat akibat musibah. Catatan redaksi: berita ini disusun berdasarkan laporan lapangan dan pernyataan resmi narasumber pada saat kegiatan berlangsung guna menjamin akurasi informasi bagi publik.
Bayu Rizqan Azrahwad








