PADANG | H. Yakub, S.Pd.I., M.Pd. merupakan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Kota Padang yang mulai aktif menjabat sejak tahun 2024. Ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang proaktif dalam memberikan apresiasi kepada siswa berprestasi, guru, serta pegawai. Dalam kepemimpinannya, ia menekankan pentingnya profesionalisme, soliditas, serta pengembangan program Full Day School guna meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah.
Gaya kepemimpinan H. Yakub berfokus pada dorongan terhadap profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan madrasah, sekaligus mempererat kebersamaan dan kekompakan antar staf. Hal ini menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan produktif.
Saat ditemui di The ZHM Premiere Hotel Padang dalam kegiatan workshop dan lokakarya peningkatan mutu madrasah yang berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (23–25 April 2026), H. Yakub menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan para guru.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menambah wawasan guru madrasah. Materinya antara lain pendalaman kurikulum berbasis cinta dengan menghadirkan narasumber dari MAN IC Padang Pariaman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penyegaran (refreshing) bagi guru agar lebih fokus dalam pembelajaran,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam workshop tersebut dilakukan pendalaman terhadap visi dan misi madrasah. MTsN 6 Kota Padang memiliki visi untuk mewujudkan madrasah yang beriman dan bertakwa, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta melahirkan generasi Qur’ani.
Dalam implementasinya, berbagai program pembiasaan telah diterapkan. Di antaranya, setiap pagi siswa disambut dengan budaya senyum, sapa, dan salam oleh guru yang bertugas berdasarkan jadwal MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran). Setelah itu, siswa diarahkan ke lapangan untuk memulai aktivitas.
Selain itu, terdapat pembiasaan membaca Al-Qur’an secara rutin, seperti Surah Yasin setiap Kamis, Surah Ar-Rahman pada Rabu, serta Surah At-Thariq dan surat pendek lainnya pada hari Selasa. Program keagamaan juga diperkuat dengan pelaksanaan salat dhuha secara bergiliran pada pukul 08.30 WIB, salat zuhur berjamaah, serta salat Jumat di masjid.
Khusus bagi siswi, saat pelaksanaan salat Jumat, mereka mengikuti kegiatan Forum Annisa. Madrasah ini juga memiliki program unggulan tahfiz Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya mencetak generasi Qur’ani.
“Alhamdulillah, semua ini merupakan bagian dari upaya kita dalam mewujudkan generasi Qur’ani,” ungkap H. Yakub.
Lebih lanjut, ia berharap workshop tersebut dapat memperkuat pemahaman terhadap visi dan misi madrasah serta menambah wawasan guru ke depan. Ia menekankan bahwa dalam proses pembelajaran, guru tidak hanya mengajar dengan logika dan ilmu, tetapi juga dengan hati.
“Kita ingin guru mengajar tidak hanya dengan pikiran dan ilmu, tetapi juga dengan hati. Ada kelembutan dalam mendidik. Itu yang menjadi harapan kita. Tema kita adalah ‘Mengajar dengan Hati, Berkarya dengan Teknologi’,” jelasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para guru mampu memanfaatkan momentum secara maksimal, sehingga terjadi perubahan pola pikir (mindset) yang berdampak pada peningkatan prestasi madrasah secara keseluruhan.
Yefriando













