Berita  

Langkah Besar Defri Nasli Menuju Ketum Alumni UBH, Satukan 70 Ribu Alumni hingga Mancanegara

Padang | Suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan terasa kuat saat deklarasi bakal calon Ketua Umum Alumni Universitas Bung Hatta (UBH) periode 2026–2031 digelar di Fahira Hotel, Jumat (3/4). Momentum ini menjadi titik awal bagi Defri Nasli, SH, M.Kn untuk menegaskan keseriusannya dalam membangun organisasi alumni yang lebih solid, terarah, dan berdampak luas.

Kehadiran puluhan alumni lintas angkatan menambah semarak acara yang juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dalam struktur alumni dan kampus. Tampak Ketua Tim 9 Alumni UBH Bersatu Miko Kamal, Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Victor Siagian, serta Wakil Rektor III UBH Zulherman yang memberikan dukungan dan harapan terhadap proses demokrasi alumni ke depan.

Dalam suasana yang penuh optimisme, Defri Nasli menyampaikan bahwa pencalonannya bukan sekadar langkah politik organisasi, melainkan wujud komitmen pribadi untuk berkontribusi aktif membangun kekuatan alumni UBH secara menyeluruh. Ia menegaskan pentingnya menjadikan alumni sebagai kekuatan strategis yang mampu memberi manfaat bagi almamater dan masyarakat luas.

Deklarasi tersebut bukan hanya simbol pencalonan, tetapi juga panggilan untuk menyatukan potensi besar alumni UBH yang jumlahnya mencapai sekitar 70.000 orang. Mereka tersebar tidak hanya di seluruh wilayah Indonesia, tetapi juga hingga ke berbagai negara di dunia, menjadikan UBH memiliki jejaring global yang potensial untuk dikembangkan secara lebih terstruktur.

Sebagai bagian dari langkah konkret, Defri Nasli memaparkan rencana pembentukan Dewan Pengurus Daerah (DPD) di 38 provinsi di Indonesia. Struktur ini diharapkan mampu menjadi tulang punggung organisasi dalam memperkuat koordinasi dan komunikasi antar alumni di berbagai wilayah, sekaligus menjadi sarana distribusi program yang lebih efektif.

Visi yang diusungnya menekankan pada pembentukan komunitas alumni yang solid, profesional, dan aktif berkontribusi. Menurutnya, alumni tidak hanya menjadi bagian dari sejarah kampus, tetapi juga harus hadir sebagai kekuatan yang relevan dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan pendidikan di tengah masyarakat.

Dalam pemaparannya, ia juga menegaskan bahwa organisasi alumni harus memiliki landasan hukum yang jelas dan kuat. Hal ini dinilai penting untuk memastikan setiap langkah dan kebijakan organisasi berjalan terarah, transparan, dan tidak menimbulkan konflik di masa mendatang.

Lebih jauh, Defri Nasli menguraikan sejumlah misi strategis yang menjadi pilar utama gerakannya. Ia menekankan pentingnya mempererat hubungan antar alumni lintas angkatan dan jurusan, sehingga tidak ada sekat yang menghambat kolaborasi.

Selain itu, pembangunan jaringan alumni yang kuat menjadi fokus utama untuk membuka peluang karier dan kerja bagi sesama alumni. Ia meyakini bahwa kekuatan jejaring dapat menjadi solusi konkret dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat.

Peran sosial alumni juga tidak luput dari perhatian. Defri Nasli mendorong keterlibatan aktif alumni dalam kegiatan sosial, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk nyata kontribusi alumni terhadap lingkungan sekitarnya.

Hubungan yang berkelanjutan antara alumni dan pihak universitas juga menjadi salah satu prioritas. Ia melihat pentingnya sinergi ini untuk mendukung pengembangan institusi serta menciptakan ruang kolaborasi yang saling menguntungkan.

Program-program pengembangan seperti seminar, pelatihan, dan mentoring juga dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi alumni maupun mahasiswa. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terhubung dalam jaringan alumni UBH.

Tak kalah penting, ia ingin menumbuhkan rasa bangga dan loyalitas terhadap Universitas Bung Hatta sebagai almamater. Menurutnya, kebanggaan tersebut akan menjadi energi penggerak dalam menjaga eksistensi dan reputasi alumni di berbagai bidang.

Sementara itu, Miko Kamal menyampaikan bahwa Tim 9 Alumni UBH Bersatu mendorong lahirnya sosok pemimpin yang mampu merangkul seluruh elemen alumni tanpa memandang latar belakang angkatan maupun profesi. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang inklusif dan mampu mengintegrasikan seluruh potensi yang ada.

Hal senada juga disampaikan oleh Zulherman yang berharap siapapun yang terpilih nantinya dapat menjadi figur pemersatu. Ia menilai bahwa tantangan organisasi alumni ke depan membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjembatani perbedaan dan memperkuat kebersamaan.

Deklarasi ini sekaligus menjadi bagian awal menuju Musyawarah Besar Alumni UBH yang akan datang, sebagai forum tertinggi dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi. Dinamika yang mulai terlihat diharapkan tetap berjalan dalam koridor kebersamaan dan semangat membangun.

Dengan semangat yang dibawa dalam deklarasi tersebut, Defri Nasli menempatkan dirinya sebagai salah satu figur yang siap mengemban amanah besar, yakni menyatukan, menggerakkan, dan mengoptimalkan potensi alumni UBH demi masa depan yang lebih kuat dan berdaya saing.

TIM RMO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *