Padang | Kepala Bidang Pendidikan SMA (PSMA) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Mahyan, S.Pd., MM menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak sekaligus kebutuhan mendasar bagi setiap warga negara yang telah diamanatkan dalam konstitusi.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya sekadar kewajiban formal, namun harus mampu menjadi kebutuhan utama masyarakat dalam membentuk generasi yang unggul dan berdaya saing. Ia menekankan pentingnya kualitas dalam setiap jenjang pendidikan, baik SMA, SMK maupun SLB.
Mahyan menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah bagaimana menghadirkan pendidikan bermutu dengan pelayanan maksimal, sehingga mampu melahirkan peserta didik yang siap menjadi pemimpin masa depan bangsa.
Dalam pandangannya, dunia pendidikan tidak terlepas dari penerapan teori reward dan punishment. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pendekatan yang lebih diutamakan adalah pemberian penghargaan kepada peserta didik yang berprestasi.
Reward dinilai sebagai bentuk pendidikan positif yang mampu memotivasi siswa untuk terus berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sementara punishment tetap diberikan sebagai bentuk pembinaan, namun tidak menjadi fokus utama dalam proses pendidikan.
Lebih lanjut, Mahyan juga menyoroti pentingnya sarana dan prasarana sebagai penunjang utama kegiatan belajar mengajar. Fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, serta sarana pendukung lainnya menjadi kebutuhan mutlak dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Pasca bencana yang melanda Sumatera Barat, ia menyebutkan bahwa kondisi pendidikan saat ini telah kembali berjalan normal. Hal ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat, termasuk kunjungan dari Kementerian terkait dalam penguatan kurikulum kebencanaan.
Menurutnya, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan di daerah, agar proses pembelajaran tetap dapat berlangsung dengan baik dalam kondisi apapun.
Selain itu, perhatian juga diberikan kepada kondisi psikologis peserta didik yang terdampak bencana. Program trauma healing menjadi salah satu langkah strategis untuk memulihkan semangat belajar siswa.
Melalui program tersebut, diharapkan anak-anak yang mengalami dampak bencana dapat kembali memiliki motivasi tinggi untuk bersekolah dan melanjutkan pendidikan mereka dengan penuh semangat.
Terkait bantuan untuk SMA Negeri 12 Padang, Mahyan mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk pemulihan sarana dan prasarana sekolah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa saat ini proses masih berada pada tahap perencanaan dan akan segera dilanjutkan ke tahap pelaksanaan, mengingat anggaran dari kementerian telah siap untuk digunakan.
Mahyan juga mengingatkan agar seluruh proses pembangunan dilaksanakan sesuai perencanaan yang telah ditetapkan, sehingga penggunaan anggaran dapat berjalan efektif, efisien, dan terhindar dari persoalan hukum.
Ia berharap setiap program yang dijalankan dapat memberikan hasil maksimal bagi dunia pendidikan, terutama dalam situasi pasca bencana yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius dari semua pihak.
Yefriando













