Berita  

Cepat Tanggap Kadishub Padang, Kampung Jao Kembali Terang, Warga Bisa Beribadah dengan Tenang

PADANG | Tiga malam terakhir terasa lebih panjang bagi warga Kampung Jao Dalam. Jalanan yang biasanya terang mendadak gelap akibat lampu penerangan jalan umum yang mati. Bagi sebagian orang mungkin hal kecil, namun bagi warga di sana, gelap berarti rasa was-was.

Kondisi itu bukan hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga menyentuh rasa aman.

Warga yang hendak ke masjid memilih lebih berhati-hati, sebagian bahkan menunda keluar rumah. Di wilayah yang dikenal rawan, kegelapan menghadirkan kekhawatiran tersendiri.

Keluhan pun mulai bermunculan. Ketua GNPK Sumbar, Syaiful Pong, menjadi salah satu yang menerima langsung keresahan warga. Ia melihat situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut, karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Laporan kemudian disampaikan kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan. Tanpa banyak proses, respons pun bergerak cepat.Bagi Ances Kurniawan, persoalan seperti ini bukan sekadar lampu yang mati. Ini tentang bagaimana masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang, terutama di malam hari.

Sore itu, sekitar pukul 16.30 WIB, tim teknis sudah berada di lokasi. Mereka bekerja dalam senyap, memeriksa satu per satu titik lampu yang bermasalah. Tidak ada keramaian, tidak ada seremoni—hanya pekerjaan yang harus diselesaikan.

Proses perbaikan berjalan lancar. Beberapa titik yang sebelumnya gelap mulai menunjukkan tanda-tanda hidup kembali. Kabel diperiksa, sambungan diperbaiki, dan sistem dinormalkan.

Malam pun tiba, dan perlahan cahaya kembali hadir di Kampung Jao Dalam. Jalan yang sebelumnya gelap kini kembali terang. Warga yang keluar rumah mulai merasakan perbedaan itu.

Bagi masyarakat, terang bukan hanya soal cahaya, tetapi juga ketenangan. Anak-anak bisa bermain di sekitar rumah, warga bisa melangkah tanpa rasa cemas, dan jalanan kembali terasa hidup.

Syaiful Pong mengungkapkan rasa syukurnya atas kondisi tersebut. Ia melihat langsung bagaimana perubahan itu berdampak pada warga.

“Alhamdulillah, malam ini sudah terang kembali. Warga bisa ke masjid dengan nyaman, dan yang penting rasa aman itu kembali,” ujarnya.

Kepuasan warga pun mulai terdengar dari berbagai sudut Kampung Jao Dalam. Mereka merasakan langsung perubahan yang terjadi setelah lampu jalan kembali menyala.

Edi, salah seorang warga, mengaku lega dengan kondisi saat ini. “Tiga hari ini kami benar-benar gelap, apalagi kalau lewat malam. Sekarang sudah terang lagi, kami jadi lebih tenang keluar rumah,” katanya.

Hal senada disampaikan Doni. Ia menilai penerangan jalan sangat penting untuk keamanan lingkungan. “Kalau gelap itu rawan, apalagi di sini sering ada kejadian. Sekarang sudah bagus, lampu hidup lagi, kami merasa lebih aman,” ucapnya.

Ardinal juga merasakan dampak langsung dari perbaikan tersebut. Ia menyebut aktivitas warga kini kembali normal. “Biasanya habis Magrib langsung sepi karena gelap. Sekarang sudah ramai lagi, anak-anak pun berani keluar,” tuturnya.

Sementara itu, Anto menyoroti kemudahan warga menuju masjid. “Yang paling terasa itu saat mau ke masjid. Dulu agak takut, sekarang sudah terang, jadi nyaman. Kami sangat bersyukur,” ungkapnya.

Kampung Jao sendiri merupakan salah satu kelurahan yang berada di wilayah Padang Barat, Kota Padang. Dengan kode pos 25112, kawasan ini memiliki luas wilayah sekitar 1 kilometer persegi, terdiri dari 8 RW dan 21 RT, serta berjarak kurang lebih 1 kilometer dari pusat kota.

Letaknya yang strategis membuat aktivitas warga cukup padat, baik siang maupun malam. Karena itu, keberadaan lampu penerangan jalan menjadi kebutuhan penting yang tidak bisa diabaikan.

Kini, suasana berubah. Kehidupan kembali berjalan seperti biasa. Lampu yang menyala menjadi tanda sederhana bahwa masalah sudah teratasi.

Langkah cepat dari Dinas Perhubungan Kota Padang di bawah Ances Kurniawan terasa langsung manfaatnya. Tanpa banyak kata, hasilnya bisa dirasakan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa hal-hal sederhana seperti lampu jalan memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat. Ketika ia mati, dampaknya luas. Ketika ia hidup kembali, rasa tenang pun ikut hadir.

Warga Kampung Jao Dalam berharap perhatian seperti ini terus berlanjut. Bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga dalam upaya menjaga agar fasilitas tetap berfungsi dengan baik.

Karena pada akhirnya, pelayanan yang paling dirasakan bukan yang banyak terlihat, tetapi yang benar-benar hadir saat dibutuhkan.

 

Catatan Redaksi:

Kisah ini menunjukkan bahwa pelayanan publik yang humanis lahir dari kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Respons cepat tanpa berlebihan menjadi kunci hadirnya kepercayaan dan rasa aman di tengah warga.

TIM RMO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *